Pengarang

Andrea Hirata

Tahun Terbit

2008

Novel berjudul Laskar Pelangi ini yang ditulis oleh adrea Hirata ini memiliki keunikan karna novel ini sempat booming dan naik daun tempo waktu yang lalu sehingga banyak diminati terutama kaum pelajar yang sedang menjalani persahabatan yang tentunya sma persis dengan kisah yang dibawakan di novel ini yaitu tentang persahabatan berberapa anak kecil yang hidup di pulau Belitong Kepulauan Bangka Belitung.

Anak-anak ini berusaha untuk bisa sekolah demi mencapai tujuan hidup serta cita-citanya di masa kecil mereka saat itu sehingga mereka berupaya datang pagi saat sedang ada pembukaan Sekolah Muhammadiyah di Belitong yaitu sekolah termiskin di kawasan belitong karna sekolah tersebut sudah reyot dan hampir rubuh bahkan bisa disebut tidak layak dengan sekolah beralaskan tanah dan  tanpa atap itu mereka datang ke sekolah itu untuk awalan yang baik mereka dalam menimba ilmu untuk masa depan mereka.

Namun naas pagi iu sekolah itu baru akan dibuka jika jumlah murid tidak kurang dari 10 karena tahun sebelumnya murid sekolah ini berjumlah 11 orang sehingga murid sekolah Muhammadiyah tahun ini minimal adalah 10 orang dan wkatu juga sudah hampir menunjukkan pukul 10.00 Wib sehingga para siswa sudah harap-harap cemas menunggu kehadiran salah seorang siswa yang entah akan melengkapi jumlah mereka dalam menimba ilmu atau akankah mereka akan pulang dengan tanah kosong karna jumlah mereka yang tidak mencukupi tersebut dan ketika waktu itu tiba pihak sekolah bu mus dan kepal sekolahpun sudah mulai putus asa terhadap apa yang harus mereka terima namun selang berberapa detik mereka mnendapati seorang siswa disabilitas yang jalannya diseret namun dengan penuh semangat siswa itu berjalan dengan sepedanya menuju ke sekolah yang hampir dekat di raihmya kemudian seisi orang di halaman sekolah itu sangat amat gembira dan saling ucap rasa syukur karna dengan adanya satu siswa tersebut ia bisa menyelamatkan 10 orang bahkan bapak kepala sekolah bu mus dan bahkan sekolah muhammadiyah tersebut.

Di sekolah itu mereka menimba ilmu dengan semangat yang tinggi di lain sisi sekolah mereka yang hampir rubuh itu mereka tetap mengikuti kegiatan yang diberikan oleh bu mus baik itu tentang cerita seputar nabi,matematika,ipa,ips dan masih banyak hal lagi yang diajarkan oleh bu mus. Mereka adalah 10 orang dengan 10 karakter  yang berbeda pula oleh karna itu mereka saling melegkapi denga perbedaaan karakter yang mereka miliki

Meskipun harus melewati jalan dengan pinggir sungai rawa-rawa dan  sering banjir apabila terjadi hujan badai bahkan jalana terrsebut tak jarang terendam air hujan dan rawan sekali adanya buaya yang menghalagi mereka sehingga hal itu tidak memutuskan semangat mereka dalam belajar. Mereka sangat menikmati lingkungan belajr mereka sehingga mereka bisa  menjadikan sekolah sebagai sedikit bekal ilmu mereka agar tidak jauh tertinggal dengan sekolah elite di sebrang yang dimiliki dihuni oleh para anak pejabat di pulau belitong yang kondisinya benar-benar sangat jauh berbeda dengan sekolah muhammadiyah yang seadanya sekolah mereka memiliki gedung yang tinggi fasilitas yang lengkap bahkan memiliki lift yang mereka gunakan untuk  naik dari satu lantai ke lantai berikutnya.

Anak anak yang sekolah di sekolah itu adalah anak dari para petinggi yang bekerja di daerh pertambangan timah di Pulau Belitong yang memiliki hasil timah yang melimpah bahkan hasilnya segenggam timah nilainya melebihi triliunan padi yang artinya adalah kekayan pulau itu yang sangat melimpah dengan devisa yang mengalir sangat deras setiap harinya.

Anak anak sekolah berangkat sekolah setiap harinya dan diantar oleh ayahnya sebelum pukul 07.00 WIB tiba dan jika tepat pukul tujuh para pekerja akan keluar dan bergegas menuju tempat mereka bekerja yaitu pertambangan timah yang ada di pulau belitong. Jika waktu menunjukkan pukul 12.00 para peekrja akan keluar dari gerbang pertambangan tersebut dan akan menuju rumah mereka masing-masing untuk makan dan minum sejenak lalu mereka akan kembali pada pukul 13.00 untuk kembali melakukan pekerjaan merekalalu mereka akan kembali pulang pada pukul 17.00 WIB kerumah masing-masing.

Mereka hidup sangat berbeda jauh dengan daerah sebrang yang isinya perubahan besar dan mewah serta sekolah dan fasilitas elite yang dimiliki daerah tersebut dan sangat jelas dibatasi dengan adanya pembatas yang membedakan antara daerah perkampungan dengan daerah perumahan yang mereka miliki bahkan jika dilihat jauh dari atas maka perbedannya akan nampak sanat jelas. Sedangkan para pekerja di pertambangan timah tersebut adalah orang-orang kecil ari perkampungan desa belitong yang bekerja disana sebagai kuli batu dan tentunya dengan gaji yang sangat pas-pasan mereka sadar bahwa mereka hidup di bawah kepemimpinan para petinggi yang semakin kecil kerjanya maka akan semakin besar pula gaji mereka.

Hari-hari disekolah mereka lalui dengan berbagai macam kejadian dan seieirng berjalannya waktu mereka tumbuh menjadi segerombolan remaja yang mengerti apa arti bersyukur dan apa arti kehidupan karna mereka sedari kecil sudah merasakan bagimana susahnya perjalanan hanya dari rumah ke sekolah yang jaraknya mereka tempuh hanya untuk mencari ilmu yang mereka sangat butuhkan meskipun dengan halau rintangan yang ada mereka nyaris tidak pernah membolos sama sekali dan karna karalter mereka yang berbeda-beda juga karna semangat mereka pulau mereka bersepuluh disebut engan sebutan laskar pelangi.

Buku laskar pelangi dapat dikases di Perpustakaan Universitas Widya Kartika atau melalui Katalog Berikut

By Devina

Leave a Comment