Penulis : Destranisa Tazkiyah dan Yusida Lusiana

Penerbit : Universitas Jenderal Soedirman

Editor Isi : Yudi Sutanto, Frida Philiyanti, dan Dyah Tjaturrini

Editor Bahasa: Octaria Putri Nurharyani dan Zuyinatul Isro

ISBN : 978-623-465-134-8

Halaman : 166 Halaman

Buku dengan judul Budaya Asia Timur dalam Cerita Rakyat Tiongkok dan Jepang merupakan sebuah karya yang membahas mengenai pemahaman lintas budaya melalui kajian cerita rakyat dari dua negara besar di kawasan Asia Timur, yaitu Tiongkok dan Jepang. Buku ini tidak hanya menyajikan kisah-kisah tradisional yang sarat makna, tetapi juga mengupas nilai-nilai budaya, unsur sosial, serta filosofi kehidupan yang terkandung di dalamnya. Melalui pendekatan folklor, pembaca diajak untuk memahami bagaimana cerita rakyat menjadi cerminan identitas, kepercayaan, serta pandangan hidup masyarakat pada masa lampau yang tetap relevan hingga saat ini.

Dalam buku ini disajikan tiga cerita rakyat yang berasal dari Tiongkok, yaitu Houyi Pemanah Matahari, Chang’e Terbang ke Bulan, serta Lelaki Penggembala Sapi dan Gadis Penenun. Ketiga cerita tersebut merupakan legenda yang sangat dikenal dalam tradisi masyarakat Tiongkok dan memiliki keterkaitan erat dengan mitologi, kepercayaan, serta perayaan tradisional. Misalnya, kisah Houyi dan Chang’e berkaitan dengan legenda bulan yang hingga kini masih dirayakan dalam Festival Pertengahan Musim Gugur. Sementara itu, cerita Lelaki Penggembala Sapi dan Gadis Penenun menggambarkan nilai kesetiaan dan pengorbanan dalam cinta, yang juga menjadi dasar perayaan Qixi Festival. Melalui cerita-cerita tersebut, pembaca dapat memahami bagaimana mitos dan legenda berperan penting dalam membentuk kebudayaan serta tradisi masyarakat Tiongkok.

Selain cerita rakyat dari Tiongkok, buku ini juga menghadirkan tiga cerita rakyat Jepang, yaitu Urashimatarou, Kintaro Si Anak Kuat, dan Kaguya Hime. Masing-masing cerita memiliki keunikan tersendiri yang mencerminkan nilai-nilai budaya Jepang seperti keberanian, ketekunan, rasa hormat, serta hubungan manusia dengan alam. Kisah Urashimatarou, misalnya, mengajarkan tentang konsekuensi dari rasa ingin tahu dan pentingnya menghargai waktu. Cerita Kintaro menonjolkan kekuatan dan keberanian seorang anak yang tumbuh di alam bebas, sedangkan Kaguya Hime menggambarkan keindahan, kesedihan, serta makna kehidupan yang bersifat sementara. Melalui cerita-cerita ini, pembaca dapat melihat bagaimana masyarakat Jepang menanamkan nilai moral dan etika melalui kisah-kisah yang diwariskan secara turun-temurun.

Cerita rakyat yang terdapat dalam buku ini merupakan representasi budaya dari masing-masing peradaban tempat cerita tersebut berasal. Setiap tokoh, latar, konflik, dan penyelesaian cerita mencerminkan sistem nilai, kepercayaan spiritual, struktur sosial, serta pandangan hidup masyarakatnya. Dengan demikian, buku ini tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan cerita hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran budaya yang mendalam dan kontekstual.

Keunggulan lain dari buku ini adalah penyajian cerita dalam bahasa sumber, yaitu bahasa Mandarin dan bahasa Jepang, yang dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia pada setiap cerita. Hal ini menjadikan buku ini sangat bermanfaat bagi para pembelajar bahasa asing, khususnya bahasa Mandarin dan bahasa Jepang. Pembaca dapat membandingkan struktur bahasa, kosakata, serta ungkapan budaya secara langsung antara bahasa asli dan terjemahannya. Dengan demikian, buku ini dapat digunakan sebagai bahan ajar, referensi akademik, maupun sumber latihan membaca yang memperkaya pemahaman bahasa dan budaya secara bersamaan.

Secara keseluruhan, Budaya Asia Timur dalam Cerita Rakyat Tiongkok dan Jepang merupakan buku referensi yang tidak hanya memperluas wawasan pembaca tentang kekayaan budaya Asia Timur, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman tradisi dan nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Buku ini sangat relevan bagi mahasiswa, peneliti, pendidik, maupun masyarakat umum yang memiliki minat terhadap kajian budaya, sastra, dan bahasa asing. Melalui cerita rakyat, pembaca diajak untuk memahami bahwa kebudayaan adalah warisan berharga yang perlu dipelajari, dilestarikan, dan dihargai sebagai bagian dari identitas suatu bangsa.

Apabli ingin membaca buku secara lengkap, dapat mengakses melalui website katalog perpustakaan https://pustaka.widyakartika.ac.id/ atau mengunjungi perpustakaan Universitas Widya Kartika di lantai 4

Leave a Comment